1. Gambaran Umum Kampung

Desa Teluk One-One adalah sebuah desa hasil pemekaran dari sebuah desa yang bernama desa Pedemun One-One. Dinamakan Teluk One-One, karena dulunya ada seorang pengambala kerbau yang kehilangan satu ekor kerbaunya, dia terus mencari sampai dia tiba di sebuah kampung yang bernama Pedemun, sesampainya di kampung pedemun pengembala itu bertanya kepada salah satu dari masyratakat pedemun, “Apakah bapak melihat kerbau yang lewat dikitar sini?” lalu salah seorang masyarakat tersebut menjawab dengan jelas memakai bahasa Gayo “ione” yang artinya “disitu”. Maka terciptalah nama kampung Teluk One-One. Dan kemudian diresmikan pada tahun 2006. Adapun Reje pertama di Kampung Teluk One-One pada saat itu adalah bapak Asbar Yoga. Reje pertama ini dipilih oleh tokoh masyarakat, disebut tokoh masyarakat karena orang-orang ini adalah termasuk orang-orang yang telah berhasil memperjuangkan pemekaran kampung Teluk One-One.

Jumlah penduduk di desa Teluk One-One yaitu berkisar 256 jiwa, dengan jumlah laki-laki 133 jiwa dan jumlah wanita 123 dengan jumlah kartu keluarga sebanyak 94. Sebagian besar masyarakat memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Desa Teluk One-One memiliki luas wilayah seluas 262.500 Hektar. Dengan dataran seluas 131.250 Hektar dan luas persawahan 131.250. Desa Teluk One-One terbagi atas tiga dusun yaitu, Dusun Atu dulang, Dusun Bursile, Dusun Lukub Raya.

  • Kondisi Geografis Kampung

Kampung Teluk One-One merupakan Kampung yang terletak di sebelah barat ibu kota kecamatan Lut Tawar dengan luas wilayah 2 km. Adapun batas KampungLelumu adalah sebagai berikut :

Utara               : Desa  Dedalu

Selatan            : Desa Pedemun

Timur              : Danau Lut Tawar

Barat               : Desa Atu Lintang

Jumlah dusun yang ada di KampungLelumu terdiri atas 3 (Tiga) dusun :

  • Atu Dulang
  • Bursile
  • Lukup Raya

Jumlah penduduk Kampung Teluk One-One dalam saat pendataan ini pada akhir tahun 2019 mencapai 256 jiwa, dengan komposisi penduduk laki-laki berjumlah 133 jiwa dan perempuan 123 jiwa, yang secara keseluruhan mencakup dalam 94  kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 3 (tiga) dusun.

Orbitrasi ( jarak Kampung dengan pusat kecamatan )

  1. Jarak dari pusat pemerintahan                              : 2 Km
  2. Lama tempuh ke kecamatan                                 : 5 menit
  3. Jarak dari ibu kota kabupaten Aceh Tengah        : 2 Km
  4. Lama tempuh ke ibu kota kabupaten                    : 15 menit

Disamping itu kategori masyarakatKampung Teluk One-One dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 1.1 Jumlah penduduk

Laki-laki Perempuan Jumlah
133 123 256
  • Keadaan dan Potensi Sumber Daya Alam

Kondisi masyarakat Kampung Teluk One-One masih sangat di kenal baik berpartisipasi dalam program maupun bermasyarakat dan dalam bergotong royong serta swadaya juga masih sangat antusias.

Kampung Teluk One-One terletak di elevasi tanah yang berbukitan yang dikelilingi Danau Lut Tawar oleh karena masyarakat banyak mengembang potensi alam nya berupa perikana terutama, keramba ikan dan wiraswasta.

Tabel 1.2  Luas Area Sumber Daya Alam

No. Uraian Sumber Daya Alam Volume Satuan
1. Perairan 180 Ha
2. Persawahan 8 Ha
3. Tanaman Perkebunan 12 Ha
Total 200 Ha
  Sumber : Reje Kampung Teluk One-One    

Dari tabel 1.2 dapat simpulkan bahwa luas keseluruhan sumber daya alam yang ada di Kampung teluk one-one adalah 180 Ha. Luas perkebunan adalah 12 Ha, Luas sawah 12 Ha.

Di Kampung teluk one-one terdapat beberapa sarana prasarana. Untuk lebih jelas, dapat di lihat pada Tabel 1.3 berikut ini :

Tabel 1.3. Bangunan Keagamaan

No. Uraian Jumlah ( Unit ) Keterangan
1. Mesjid 1 Baik
2. Balai Pengajian 1 Baik
Total 2 Baik

Sumber : Reje Kampung Teluk One-One

  • Keadaan Perekonomian

Kondisi ekonomi masyarakat Kampung Telu One-One bersumber dari sektor pertanian, perikanan, walaupun hanya ada beberapa yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil.

Persentase (%) Mata Pencaharian Masyarakat Kampung Teluk One-One dari 256 Jiwa usia produktif (15-55 Tahun) sebagai berikut:

Tabel.1.4 Mata Pencaharian Penduduk

No Mata Pencaharian Penduduk Persentase ( % )
1
2
3
4
5
Pedagang
Pegawai Negeri Sipil
Wiraswasta
Petani / Pekebun
Nelayan
0,8 %
0,2 %
25 %
4 %
70 %
Total 100 %

Sumber : Reje Kampung Teluk One-One

2. Keadaan Sosial, Pemerintahan dan Kelembagaan

Keadaan Sosial

Kampung Teluk One-One yang terdiri dari 94 KK dengan jumlah rumah 88 buah rumah serta penduduknya 256 jiwa yang terdiri dari 133 laki-laki dan 123 jiwa perempuan. Pada umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan, kebun, dan pedagang. Hanya sebahagian masyarakat yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil.

Masyarakat Desa Teluk One-One kehidupan bermasyarakat terbentuk dalam satu kesatuan yang didasari atas ke Islamiah, mereka saling membantu dan bergotong royong sehingga terbentuk suatu Ukhwah Islamiah yang cukup baik, begitu juga dalam kehidupa sosial budaya, masyarakat Kampung Teluk One-One masih menjunjung tinggi nilai-nilai, adat istiadat dan norma – norma yang Islami masih di pertahankan baik oleh orang tua, remaja, dan anak-anak. Pelaksanaan berbagai kegiatan kesenian dan keagamaan biasa nya di laksanakan pada besar keagamaan, misal nya Maulid Nabi, Israk Mikraj, dan sebagai nya.

  • Pemerintahan

Keberadaan sebuah struktur dalam suatu organisasi mempunyai peranan yang sangat penting. Begitu pula dengan struktur perangkat KampungLelumu dalam menjalankan tugasnya masing-masing.

Adapun struktur KampungLelumu sebagai berikut :

Kepala Kampung/Reje                        : Radhika

Imam Kampung                                  : Lanyut

Sekretaris Kampung                           : Ibnu Hajar

Bendahara Desa                                  : Nurliana

Kaur Pemerintahan                             : Azmi

Kaur Kesra                                          : Huda Asmara

Kaur Umum                                        : Mustafa Ashri

Kepala Dusun Meliputi 3 dusun yaitu :

  1. Dusun Atu Dulang dipimpin oleh kepala dusun yang bernama Sukurdi
  2. Dusun Bursile dipimpin oleh kepala dusun yang bernama Ansari
  3. Dusun Lukup Raya dipimpin oleh kepala dusun yang bernama Sabardi
  • Kelembagaan

Adanya kelembagaan di dalam Kampung Teluk One-One, maka akan lebih terorganisir dalam menjalankan aktivitas nya menurut tugas nya masing-masing lembaga. Oleh karena itu tugas dan peran masing-masing lembaga harus digalakkan agar setiap program yang direncanakan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Keadaan sosial Teluk One-One selama ini cukup efektif dalam rangka mendukung program pemerintah untuk kesejahteraan kehidupan masyarakat melalui program posyandu. Keberadaan mahasiswa KKM  di Kampung Teluk One-One ikut membantu mengsukseskan program tersebut.

  1. Analisis Potensi Dan Kebutuhan

Kampung Teluk One-One merupakan Kampung yang kaya sumber daya alam, sehingga memiliki potensi yang bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya. Dimana potensi yang dimiliki Kampung Teluk One-One itu perkebunan seluas  Ha, persawahan seluas 131.250 Ha. Jika dilihat secara hasil alam yang dimanfaatkan memang sudah bagus namun dari segi pembangunan Kampung Teluk One-One masih memiliki kekurangan, meski letak nya agak pedalaman dengan jalan Takengon-Bintang, fasilitas pembangunan yang belum berjalan dengan baik yaitu, pustaka Kampung.

Di sisi lain daerah ini juga masih membutuhkan adanya penyuluhan bidang perikana, pertanian, ekonomi, usaha kecil, kerajinan tangan dan sebagainya, sehingga mereka memiliki pengetahuan tentang penyakit dan pemilihan bibit unggul untuk meningkatkan hasil panen.

Selain itu karena kehidupan masyarakat yang belum begitu dekat dengan perkembangan IT juga berpengaruh terhadap tingkat pendidikan dan akses informasi yang diperoleh oleh masyarakat Kampung Teluk One-One, sehingga masyarakat bahkan aparatur Kampung masih belum bisa memaksimalkan teknologi dan informasi.

            Di sisi lain daerah ini juga masih membutuhkan adanya penyuluhan bidang pertanian, ekonomi, usaha kecil, kerajinan tangan dan sebagainya, sehingga mereka memiliki pengetahuan tentang penyakit dan pemilihan bibit unggul untuk peningkatan hasil panen.

Kebutuhan masyarakat perlu diperhatikan dalam upaya membangun sumber daya manusia yang lebih produktif sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan yang dapat mendorong proses pembangun dan pertumbuhan secara mikro dan makro, sehingga kualitas pendidikan dapat tercapai dengan maksimal, baik secara kuantitatif atau pun secara kualitas kelulusannya. Sebagai salah satu cara dalam mengembangkan kreativitas dan kualitas mahasiswa melalui program pengabdian masyarakat sekarang ini.

Melalui program Kuliah kerja Mahasiswa kepada Mahasiswa dituntut agar mampu menyesuaikan diri dengan masyarakat, kondisi Kampung yang menjadi lokasi KKM dan dapat berpartisipasi dalam pembangunan Kampung terutama dibidang pendidikan, sosial budaya, dan keagamaan.